Mencari cara agar naskah kamu lebih menarik dan memiliki dampak besar? Tak perlu bingung lagi karena berikut adalah beberapa tips yang akan membantu kamu menulis naskah hebat. Artikel ini akan memberikan informasi tentang bagaimana kamu dapat melewati ide-ide dasar penulisan dan mendapatkan hasil lebih baik.
Apa Itu naskah?
Naskah atau script writting adalah sebuah karya tulis yang berisi petunjuk bagi pembaca untuk melakukan suatu hal. Biasanya, naskah dibuat dalam bentuk buku atau artikel yang memberikan instruksi langkah demi langkah tentang cara melakukan sesuatu. Instruksi ini biasanya akan divisualisasi dalam storyboard.
Naskah lebih sering digunakan dalam produksi video atau film. Dalam konteks ini, naskah berisi petunjuk tentang apa yang harus dilakukan oleh aktor dan bagaimana cerita itu akan berkembang. Naskah juga menentukan aspek teknis produksi seperti alur cerita, lokasi syuting, dan banyak lagi.
Jenis-jenis naskah

Naskah sering digunakan di beragam produksi video, seperti naskah film, naskah iklan, naskah konten, dan masih banyak lagi.
Namun, secara sudut pandang naskah dibagi menjadi empat jenis: naskah opini, naskah deskripsi, naskah narasi, dan naskah argumentasi.
1. Naskah opini adalah sebuah tulisan yang berisi pandangan atau pendapat pribadi penulis tentang suatu hal. Dalam sebuah naskah opini, penulis harus dapat menyampaikan pendapatnya secara jelas dan tegas.
2. Naskah deskripsi adalah sebuah tulisan yang berisi gambaran atau penjelasan tentang suatu hal. Deskripsi biasanya dilakukan untuk mendetailkan suatu objek, tempat, situasi, peristiwa, atau tokoh.
3. Naskah narasi adalah sebuah tulisan yang berisi cerita atau kisah pengalaman seseorang. Narasi bisa berupa fiktif maupun non-fiktif. Dalam sebuah narasi, penulis harus dapat menyampaikan ceritanya dengan baik agar pembaca tertarik dan merasa terlibat dalam cerita yang diceritakan.
4. Naskah argumentasi adalah sebuah tulisan yang berisi pendapat dan bukti-bukti untuk mendukung pendapat tersebut. Dalam sebuah naskah argumentasi, penulis harus dapat menyampaikan argumennya secara jelas dan logis agar pembaca dapat meyakini argumen yang disampaikan.
Pentingnya pembuatan naskah dalam produksi video

Pembuatan naskah dalam produksi video sangat penting. Video tanpa naskah akan terasa hambar dan kurang menarik. Oleh karena itu, penulisan naskah yang baik dan menarik sangat diperlukan untuk membuat video yang bagus.
Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui dalam pembuatan naskah:
1. Menentukan tokoh dan karakter
Dalam membentuk naskah sebuah drama tentu tidak lengkap tanpa tokoh-tokoh. Tentukan protagonis atau tokoh utama dan antagonis yang menentangnya, serta tokoh pendamping untuk ikut berperan. Setiap tokoh harus memiliki karakter yang berbeda untuk menciptakan konflik dalam cerita. Selain itu, berikan nama yang sesuai dengan latar belakang kehidupan mereka agar mudah membedakan antara satu tokoh dan yang lain.
2. Menentukan alur cerita
Tidak kalah penting adalah alur dari cerita naskah. Dilihat dari arah ceritanya, alur cerita dibagi menjadi tiga, yaitu alur maju, mundur, dan kombinasi (maju-mundur).
3. Menentukan latar cerita
Jika Anda ingin membuat sebuah drama yang indah, maka latar cerita merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Latarnya dapat mencakup waktu, tempat dan suasana tertentu. Pembuatan latar cerita biasanya tercermin pada penjelasan yang ada dalam naskah atau diberikan melalui dialog antartokoh.
4. Menentukan gaya bahasa yang digunakan
Penggunaan gaya bahasa dalam cerita adalah penting, karena itu melibatkan pemilihan majas dan warna budaya yang tepat. Bahkan dialog tokoh dapat diselipi majas yang memerlukan penyimak untuk mengerti maksudnya. Selain itu, bahasa daerah juga bisa digunakan sesuai dengan latar belakang hidup tokohnya.
Teknik menggunakan alur cerita dalam penulisan naskah

Setelah mengetahui pentingnya alur cerita dalam pembuatahn naskah, kamu perlu tahu enam tahap perkembangan drama yang tertuang sebagai berikut:
1. Eksposisi
Tahap eksposis disebut juga sebagai tahap perkenalan. Pada tahap ini, penonton akan berkenalan dengan gambaran cerita dan tokoh drama meskipun hanya sepintas.
2. Konflik
Pada tahap ini, para tokoh sudah mulai terlibat dalam permasalahan pokok. Permasalahan pertama inilah yang memulai alur drama.
3. Komplikasi
Tahap komplikasi adalah tahap ketika permasalahan semakin berkembang dan bertambah rumit.
4. Krisis
Dalam tahap ini, cerita sudah memasuki puncak konflik. Jika dilihat dari sudut pandang penonton, bagian ini merupakan puncak ketegangan sebuah pertunjukan drama.
5. Resolusi
Resolusi merupakan tahap penyelesaian masalah. Para tokoh mulai menemukan jalan keluar yang jelas.
6. Keputusan
Keputusan adalah tahap terakhir dari sebuah drama dengan berakhirnya semua konflik.
Bagaimana cara menulis naskah yang menarik?

Penulis pemula akan sering mengalami kesulitan saat naskahnya mulai dikritik dan dinilai orang, karena terkadang penulis pemula masih menggunakan ego untuk menulis tanpa ada riset pasar ataupun melakukan editing pada naskahnya sendiri.
Hal ini membuat banyak ide cerita yang menarik menjadi sebuah naskah yang biasa saja. Baik pembentukan karakter yang kurang matang, alur cerita yang membingungkan, dan tidak adanya plot twist dalam naskah.
Bagaimana cara menulis naskah yang menarik? Menulis naskah yang menarik bukanlah hal yang mudah, namun bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk membuat naskah yang lebih menarik:
1. Cari tahu penonton yang kamu tuju atau melakukan riset pasar. Sebelum kamu mulai menulis naskah, kamu harus tahu siapa yang akan menonton naskah tersebut. Hal ini penting agar kamu bisa membuat naskah yang sesuai dengan kebutuhan penonton dan dapat memenuhi harapan mereka.
2. Buat karakter yang berbeda. Meskipun kisahnya sama, berbagai jenis karakter akan memberikan nuansa berbeda pada naskah kamu. Jadi pastikan untuk memilih tokoh-tokoh yang unik dan berwarna-warni untuk memberikan warna pada cerita kamu.
3. Buatlah outline atau garis besar cerita kamu terlebih dahulu. Dengan membuat outline, kamu akan memudahkan diri untuk menyusun cerita secara keseluruhan. Selain itu, dengan membuat outline, kamu juga akan lebih mudah untuk menentukan alur cerita dan struktur ceritanya.
4. Jangan lupakan unsur-unsur inti seperti plot, karakter, dan setting. Plot adalah alur cerita yang akan menjadi pondasi bagi seluruh cerita kamu. Karakter adalah tokoh-tokoh utama dalam cerita. Setting adalah lokasi tempat dimana cerita akan berlangsung. Semua elemen ini harus berjalan bersama dengan baik agar naskah menjadi menarik.
5. Jangan abaikan tentang detail-detail kecil yang akan memperkaya cerita. Detail-detail seperti pengungkapan karakter, konflik tokoh, dan dialog dapat membuat cerita kamu semakin menarik untuk para pembaca. Buatlah dialog yang menarik dan tepat sasaran serta plot twist yang berhasil mendobrak arus alur cerita.
6. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan genre naskah saat penulisan. Jika naskah tersebut adalah fiksi ilmiah, maka gunakan istilah-istilah ilmiah dalam dialog dan deskripsi, begitu juga saat penulisan naskah drama. Gunakan kata-kata yang tepat agar kamu dapat membuat naskah yang menarik penonton yang dituju.
7. Cobalah untuk melakukan editing. Setelah selesai menulis, cobalah untuk mengedit naskah kamu. Hapuslah bagian-bagian yang tidak perlu dan tambahkanlah detail-detail kecil atau konflik baru agar naskah menjadi semakin menarik.
Kiat-kiat di atas akan membantu kamu dalam membuat naskah yang menarik. Ingat, jangan pernah berhenti belajar dan teruslah berlatih hingga kamu mampu menulis naskah yang menarik!

19 pemikiran pada “7 Tips Penulisan Naskah yang Menarik”