10 Istilah Produksi Film yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Mau ikutan produksi film atau video profesional, tapi bingung sama istilah-istilah yang ada? Tenang aja, kami bakal nunjukin istilah unik dari produksi video yang tidak diketahui secara umum.

Jadi, siapkan popcorn dan mari bersama-sama menggeser tirai untuk melihat apa saja hal menarik tentang industri perfilman ini! Yuk simak bersama saya!

Script breakdown

Script breakdown adalah proses penting dalam produksi film yang seringkali dilakukan oleh seorang asisten sutradara. Pada tahap ini, naskah film akan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi setiap elemen yang dibutuhkan dalam produksi.

Dalam script breakdown, setiap adegan akan ditinjau dengan teliti. Pertama-tama, diidentifikasi semua karakter yang terlibat dalam adegan tersebut. Selanjutnya, lokasi dan waktu tempat juga harus ditentukan dengan jelas agar tim produksi dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.

Selain itu, objek-objek atau properti apa saja yang diperlukan juga harus dicatat secara rinci. Misalnya jika ada sebuah adegan di restoran, maka perlu diketahui apakah perlu meja makan, kursi-kursi, piring-gelas-sendok-garpu dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, script breakdown juga mencakup informasi tentang kostum apa yang dipakai oleh masing-masing karakter dalam setiap adegannya. Hal ini sangatlah penting agar tim kostum dapat menyiapkan baju-baju dan aksesori sesuai kebutuhan cerita.

Pada akhirnya, script breakdown membantu semua anggota tim produksi untuk memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana film ini akan diproduksi. Dengan melakukan analisis mendalam terhadap naskah film ini membuat seluruh proses produksi menjadi lebih tertata dan efisien.

PPM (Pre-Production Meeting)

PPM (Pre-Production Meeting) adalah pertemuan yang dilakukan sebelum proses produksi film dimulai. Pertemuan ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua tim dan pihak terkait memiliki pemahaman yang sama tentang visi dan tujuan proyek film.

Dalam PPM, para anggota tim produksi akan membahas berbagai hal terkait produksi termasuk jadwal, lokasi pengambilan gambar, perizinan, distribusi anggaran hingga pemilihan pemeran utama. Para produser juga akan membagikan naskah kepada seluruh anggota tim agar mereka dapat mulai mempersiapkan pekerjaannya masing-masing.

Pada saat PPM, sutradara dan produser juga akan memberikan panduan tentang gaya visual dan atmosfer umum yang diharapkan dalam film tersebut. Hal ini bertujuan agar setiap departemen dapat bekerja secara sinergis untuk menciptakan kesatuan dalam tampilan visual film.

Selain itu, di dalam PPM juga dibahas mengenai teknis-produksi seperti peralatan apa saja yang diperlukan selama proses syuting serta pembagian tugas antara departemen-departemen tersebut. Ini adalah momen penting bagi semua orang untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi sehingga semuanya siap menjalankan tanggung jawabnya masing-masing dengan baik.

Secara keseluruhan, PPM merupakan tahapan krusial dalam fase pra-produksi sebuah film. Dengan adanya pertemuan ini, semua pihak bisa lebih siap mental dan fisik sebelum benar-benar melibatkan diri pada proses syuting yang melelahkan.

Scouting

Istilah ini mengacu pada proses mencari lokasi syuting yang sesuai dengan cerita atau konsep film. Dalam proses scouting, tim produksi akan melakukan survei ke berbagai tempat untuk menemukan lokasi yang tepat. 

Pentingnya scouting tidak bisa diremehkan, karena lokasi syuting dapat memberikan nuansa dan atmosfir yang mendukung cerita film. Tim scouting akan mempertimbangkan banyak hal seperti kecocokan visual, aksesibilitas, izin pengambilan gambar, serta faktor-faktor lainnya.

Proses scouting biasanya melibatkan sutradara, produser eksekutif, dan tim desain produksi. Mereka akan bekerja sama untuk mengeksplorasi berbagai pilihan lokasi yang dapat menjadi latar belakang bagi adegan-adegan penting dalam film.

Selama proses scouting dilakukan penelitian menyeluruh terhadap setiap aspek dari setiap lokasi potensial. Misalnya, apakah ada kamar ganti dan area make-up di dekatnya? Apakah ada cukup ruang untuk peralatan teknis? Semua ini harus dipertimbangkan agar produksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Dalam beberapa kasus tertentu, tempat nyata juga bisa diubah sedikit demi sesuai dengan visi sutradara atau tema keseluruhan film. Hal ini mungkin melibatkan pembongkaran sementara dari bangunan atau pengaturan ulang taman agar lebih cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh tim produksi.

Terkadang crew film akan diberangkatkan setelah scouting untuk melakukan recce untuk menetukan blocking, test cam, dan bahkan memprediksi gangguan-gangguan yang mungkin akan terjadi dari segi visual maupun audio.

Reading

Dalam tahap ini, para aktor/aktris dan kru akan membaca naskah film secara bersama-sama untuk memahami alur cerita, karakter, serta dialog-dialog yang harus diucapkan.

Saat proses reading dilakukan, biasanya dilakukan di ruang rapat atau studio dengan suasana yang tenang. Para aktor akan diberikan salinan naskah untuk dibaca secara individu terlebih dahulu sebelum memulai sesi reading. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menelusuri karakter yang mereka perankan dan menghadirkan emosi yang tepat saat berakting.

Selain para aktor, juga ada pihak-pihak lain seperti sutradara, penulis skenario, dan produser yang ikut dalam sesi reading ini. Mereka akan memberikan arahan kepada para aktor mengenai cara melahirkan karakter tersebut dengan lebih baik lagi.

Dalam sesi reading juga seringkali dilakukan diskusi antara semua pihak terkait untuk membahas pengertian dari setiap adegan serta mencari solusi jika ada masalah atau kebingungan dalam interpretasi naskah. Diskusi ini sangat penting agar semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang visi keseluruhan film sehingga dapat bekerja sama dengan efektif selama produksi berlangsung.

Proses reading merupakan langkah awal dalam membangun hubungan antaraktor dan tim produksi. Melalui interaksi di sini, persiapan mental dan teknis dapat dimulai sejak dini sehingga setiap orang siap menjalani syuting dengan lancar.

Crew call

Crew call adalah momen di mana seluruh kru, termasuk pemain dan kru teknis, dipanggil untuk hadir di lokasi syuting atau studio pada waktu tertentu. Crew call biasanya terjadi pada awal hari syuting atau sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pada saat crew call, semua anggota tim akan berkumpul untuk mendapatkan instruksi dan informasi terbaru mengenai proyek tersebut. Hal ini penting agar setiap orang memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang akan dilakukan pada hari itu.

Selama crew call, sutradara atau asisten sutradara akan memberikan briefing kepada seluruh kru mengenai adegan yang akan difilmkan dan tugas-tugas spesifik yang harus diselesaikan oleh masing-masing departemen. Ini termasuk penjelasan mengenai pergerakan kamera, pencahayaan, props, kostum, dan lain-lain.

Setelah briefing selesai, crew call juga merupakan kesempatan bagi anggota kru untuk bertemu satu sama lain dan membangun hubungan kerja yang baik. Komunikasi antar departemen sangat penting dalam produksi film sehingga semuanya dapat berjalan lancar.

Nah, apakah selama ini kamu menggunakan istilah ini dengan benar?

On cam

On cam mengacu pada saat adegan sedang direkam menggunakan kamera. Proses on cam sangat penting karena merupakan momen di mana para aktor dan aktris harus tampil sebaik mungkin.

Pada saat on cam, semua elemen produksi harus bekerja sama untuk menciptakan hasil yang memuaskan. Kru kamera bertanggung jawab untuk mendapatkan gambar yang bagus dengan mengatur pencahayaan, angle, dan pergerakan kamera yang tepat.

Selain itu, sutradara juga berperan penting dalam proses on cam. Mereka memberikan arahan kepada para aktor dan aktris agar bisa menampilkan emosi dan ekspresi wajah dengan baik sesuai dengan karakter yang dimainkan.

Bagi para pemula dalam industri film, proses on cam bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya soal memori dialog atau gerak tubuh, tapi juga tentang cara berinteraksi dengan rekan satu scene di depan kamera.

Dalam beberapa kasus tertentu, seperti adegan action atau chase scene, proses on cam dapat terasa lebih rumit karena melibatkan koordinasi antara aktor/aktris dengan tim efek visual atau stuntman/stuntwoman.

Meskipun ada banyak hal teknis yang perlu diperhatikan selama proses on cam, namun pada dasarnya tujuan utama nya adalah untuk menghasilkan sebuah pengambilan gambar yang berkualitas tinggi sehingga dapat meningkatkan keseluruhan nilai produksi film tersebut.

Blocking

Blocking adalah proses menentukan dan menyusun gerakan dan posisi para aktor serta kamera di set. Tujuannya adalah untuk menciptakan komposisi visual yang efektif dan memastikan bahwa setiap adegan terlihat maksimal.

Proses blocking dimulai dengan membaca naskah, kemudian sutradara akan bekerja sama dengan sinematografer untuk merencanakan gerakan kamera yang tepat. Mereka juga berkolaborasi dengan aktor-aktor untuk mengatur posisi mereka secara detail.

Selama sesi blocking, sutradara akan menggunakan marka atau tanda-tanda di lantai sebagai panduan bagi para aktor agar mereka tahu persis di mana harus berdiri atau bergerak saat melakukan adegan tersebut. Hal ini penting agar eksekusi adegan bisa lancar tanpa ada kesalahan penempatan karakter di lapangan.

Sutradara juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua elemen produksi seperti pencahayaan, dekorasi set, properti, dan kostum telah disiapkan dengan baik sehingga sesuai dengan blocking yang telah direncanakan sebelumnya.

Dalam hal teknis, proses blocking juga melibatkan sinematografer dalam menentukan sudut pengambilan gambar yang paling optimal agar dapat memperkuat narasi visual dari cerita yang dibawakan oleh para aktor.

Logging

Salah satu istilah yang mungkin belum kamu ketahui dalam produksi film adalah “logging”. Logging merujuk pada proses mencatat dan mengorganisir semua bahan rekaman yang dihasilkan selama pengambilan gambar. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengolahan dan penyuntingan nantinya.

Pada saat melakukan logging, seorang logger akan menonton kembali semua klip video yang telah direkam selama proses shooting. Selanjutnya, ia akan memberikan deskripsi singkat tentang konten setiap klip, seperti adegan, take ke berapa, dan detail lainnya yang relevan.

Tujuan utama dari logging adalah untuk membuat inventarisasi lengkap dari semua bahan rekaman yang ada. Dengan memiliki catatan rinci tentang setiap klip video, tim produksi dapat dengan mudah menemukan dan mengakses materi tertentu saat mereka sedang melakukan penyuntingan.

Proses logging juga membantu dalam mendokumentasikan kesalahan atau masalah teknis apa pun yang muncul selama pemotretan. Misalnya, jika ada masalah audio atau pencahayaan di salah satu klip video, hal itu akan dicatat agar bisa diperbaiki pada tahap penyuntingan.

Mengingat pentingnya peranan logging dalam produksi film, seorang logger harus teliti dan cermat dalam melaksanakan tugasnya. Mereka harus memiliki pemahaman mendalam tentang alur cerita film serta instruksi khusus dari sutradara maupun produser.

Dalam industri perfilman modern saat ini dengan jumlah footage yang besar terkadang diperlukan sistem komputer berbasis log digital untuk memfasilitasi proses logging secara efisien. Hal ini membantu untuk mengorganisir dan mencari materi yang dibutuhkan lebih cepat dan efisien.

Green area

Green area, atau sering juga disebut sebagai “area hijau”, adalah salah satu istilah dalam produksi film yang mungkin belum kamu ketahui. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan green area ini?

Dalam dunia produksi film, green area merujuk pada bagian dari lokasi syuting yang ditetapkan untuk digunakan oleh para kru dan pemeran selama waktu istirahat mereka. Biasanya, green area ini berupa ruang terbuka atau taman kecil di sekitar set syuting.

Fungsi utama dari green area adalah memberikan tempat bagi para anggota tim untuk melepaskan penat setelah bekerja keras selama proses pengambilan gambar. Di sini mereka bisa santai sejenak, mengobrol dengan rekan kerja, atau hanya menikmati udara segar di luar ruangan.

Selain itu, green area juga bisa menjadi tempat strategis untuk melakukan briefing singkat antara sutradara dan pemeran sebelum memulai pengambilan gambar. Hal ini membantu dalam menyamakan visi dan mendapatkan pemahaman bersama tentang apa yang ingin dicapai dalam adegan tersebut.

Tentu saja, penting bagi produser film untuk menciptakan suasana nyaman dan rileks di green area agar semua anggota tim dapat bekerja secara efektif dan kreatif. Dengan adanya tempat istirahat seperti ini, diharapkan semangat para kru tetap terjaga sehingga hasil akhir produksi akan lebih baik.

Floorplan

Hampir serupa dengan istilah pada dunia arsitek atau desain interior. Dalam produksi film, istilah ini mengacu pada gambaran visual yang menunjukkan tata letak setiap ruangan atau area pada lokasi syuting.

Floor plan digunakan oleh sutradara dan tim produksi untuk merencanakan di mana kamera dan pemain akan berada selama pengambilan gambar, serta untuk memastikan bahwa set dan properti yang diperlukan dapat ditata dengan baik dalam ruang yang tersedia.

Floor plan juga bisa mencakup informasi tambahan seperti posisi pencahayaan, arah pergerakan kamera, dan detail lainnya yang diperlukan untuk produksi film yang sukses.

Satu pemikiran pada “10 Istilah Produksi Film yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Tinggalkan komentar