Halo, para calon Spielberg dan Tarantino! Apakah kalian sedang memulai karier sebagai freelance videografer? Kalau iya, pasti sudah paham betapa pentingnya mengirimkan dokumen yang lengkap dan tepat kepada klien. Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas jenis-jenis dokumen. Dokumen-dokumen ini harus kamu kirim ke klien saat bekerja sama dalam proyek videography. Jadi, simak terus ya!
Quotation dari jasa videography kamu

Saat menjadi seorang freelance videographer, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan quotation untuk jasa videographymu. Quotation ini sebenarnya seperti menu harga spesial di restoran fancy, tapi buat project video keren! Di sini kamu akan cantumkan detail harga berdasarkan kebutuhan klien.
Jangan lupa tambahkan sentuhan personal dalam penawaranmu agar terkesan profesional dan unik. Jelaskan dengan jelas apa saja yang termasuk dalam paket layanan videomu serta perkiraan waktu pengerjaan proyek tersebut. Sisipkan juga informasi kontak dan cara pembayaran yang memudahkan klien dalam bertransaksi.
Pastikan quotation yang kamu buat transparan dan mudah dipahami oleh klien potensial. Hindari menggunakan bahasa teknis atau istilah-istilah sulit yang mungkin membingungkan mereka. Buatlah presentasi visual menarik untuk melengkapi penawaranmu agar calon klien semakin tertarik bekerja sama denganmu sebagai videografer handal!
Perjanjian kerja sama

Perjanjian kerja sama adalah dokumen penting dalam bisnis videography yang harus disiapkan dengan matang sebelum memulai proyek. Dalam perjanjian ini, semua detail pekerjaan dan hak serta kewajiban kedua belah pihak akan tertera secara jelas dan tertulis. Jadi, pastikan untuk membaca ulang setiap klausa yang kamu buat dengan cermat agar tidak ada kebingungan di kemudian hari.
Dalam perjanjian kerja sama, hal-hal seperti waktu penyelesaian proyek, biaya tambahan (jika ada), jumlah revisi, termin pembayaran, hak kepemilikan hasil karya, dan persyaratan pembatalan kontrak biasanya diatur secara rinci. Jadi, pastikan untuk berdiskusi dengan baik bersama klien sebelum menandatangani perjanjian tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan.
Sebagai penyedia jasa videography yang profesional, penting juga untuk selalu menjaga transparansi dalam menyusun perjanjian kerja sama. Pastikan bahwa semua ketentuan yang disepakati telah dituangkan secara tegas dalam dokumen tersebut sehingga kedua belah pihak merasa aman dan nyaman bekerja sama.
Ingatlah bahwa sebuah perjanjian kerja sama bukan hanya sebagai formalitas semata, tetapi juga sebagai payung hukum bagi kedua belah pihak jika suatu saat terjadi perselisihan atau masalah selama proses produksi video berlangsung. Percaya, deh! Kamu mau menghindari berdiskusi hal-hal ini saat proses produksi berlangsung, karena tidak akan terjadi persetujuan di tengah-tengah masalah terjadi. Lakukan sebelumnya!
Invoice berdasarkan termin pembayaran

Ketika kamu bekerja sebagai freelance videographer, mengatur pembayaran itu penting banget, kan? Nah, salah satu dokumen yang harus kamu kirim ke klien adalah invoice berdasarkan termin pembayaran. Jadi nih, jangan sampai lupa untuk bikin invoice yang jelas dan rapi ya!
Dalam invoice ini, pastikan semua informasi terkait biaya sudah tertera dengan lengkap. Mulai dari harga jasa videography sampai detail pengeluaran tambahan lainnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menunjukkan profesionalismu lewat penulisan invoice yang clear dan easy to action.
Selain itu, ingat juga bahwa setiap bisnis pasti punya aturan main sendiri soal pembayaran. Ada yang memilih termin 50-50 atau bahkan 30-70. Kirimkan invoice berdasarkan perjanjian kerja sama yang sudah disetujui. Pengiriman invoice ini juga akan menjadi senjata kamu untuk mengingatkan klien atas termin permbayaran yang harus dilakukan.
Minutes of meeting (MOM) setiap revisi

Mungkin kamu udah tahu pentingnya dokumentasi, tapi tau nggak kalau Minutes of Meeting (MOM) itu juga wajib banget buat setiap revisi project videomu? MOM ini kayak catatan rapat yang berisi semua detail perubahan dan keputusan selama proses revisi. Jadi, jangan remehkan MOM ya!
Dengan adanya MOM, kamu bisa menghindari misunderstandings dengan klien tentang apa yang sebelumnya disepakati. Ini juga bikin proses revisi jadi lebih terstruktur dan efisien. Gampang kan?
Jangan lupa cantumkan tanggal, waktu, orang-orang yang hadir di meeting, serta poin-poin penting dalam MOM-mu. Juga sertakan gambar-gambar yang akan dirubah dan disepakati dengan arahan yang jelas. Dengan begitu, nggak akan ada lagi kesalahpahaman atau lupa-lupaan.
Penting nih! Pastikan semua pihak terlibat menandatangani MOM sebagai tanda persetujuan atas isi rapat tersebut.
Berita acara serah terima (BAST)

Kita semua tahu, proses akhir dalam sebuah proyek video adalah saat penyerahan hasil kerja kepada klien. Nah, Berita acara serah terima (BAST) ini menjadi dokumen penting yang mencatat detil-detil penyerahan itu. Jadi, jangan remehkan pentingnya BAST ya!
Di dalam BAST, akan dicantumkan segala hal mulai dari apa saja yang diserahkan hingga kondisi pekerjaan yang telah dilakukan. Ini untuk memastikan bahwa kedua belah pihak sepakat dan puas dengan hasil kerja.
Jika ada revisi atau perubahan di kemudian hari, BAST juga bisa digunakan sebagai bukti persetujuan antara klien dan penyedia jasa videography. Jadi, selalu pastikan detail-detailnya lengkap dan jelas ya!
Dengan mengirimkan dokumen-dokumen yang tepat kepada klien, kamu dapat menjaga kerjasama professional dan meminimalisir potensi masalah di kemudian hari. Pastikan selalu menyusun dokumen dengan teliti dan memberikan salinan kepada kedua belah pihak sebagai tanda kesepakatan. Dengan demikian, kedua belah pihak akan merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan proyek video bersama!
